Nissan Jepang Produksi Seribuan Mobil per Hari

Nissan Makassar – Pabrik mobil Jepang di kawasan industri Oppama, Yukosuka, memproduksi mobil listrik New Nissan LEAF sebanyak 140 unit per hari. Selain itu, pabrik ini juga mengakui membuat 900 unit per hari untuk jenis Mobil Nissan lainnya. Di Jepang sendiri ada lima lokasi pabrik Nissan, yaitu Yokohama, Tochigi, Iwaki, Kyushu, dan Oppama, dan ada juga tersebar pabrik di 13 negara.

Vice President and General Manager Nissan Oppama Plant, Torru Takahashi, memberikan keterangan saat dilakukan konferensi pers. Ia dan jajarannya menemui wartawan seusai melihat bagaimana proses produksi mobil listrik di sana. Menurut Torru, selain LEAF, di Oppama juga diproduksi jenis mobil lainnya seperti Juke, Cube, dan Note e-power.

“Pasar mobil listrik, khususnya model LEAF cukup bagus. Menurut catatan, sudah sekitar 300.000 unit yang dilempar ke pasar dunia,” kata Takahashi. Berdasarkan data yang ada dari pabrik di Oppama hingga Juli 2017 sudah diproduksi lebih dari 110.000 unit LEAF. Pabrik ini mempekerjakan 1.100 karyawan.

Proses produksi Nissan LEAF

New Nissan LEAF

Dalam kunjungan, wartawan dari berbagai media di ajak menyaksikan proses pengerjaan mobil jenis Note e-power dan LEAF. Produksi awal mobil terbagi dalam dua kelompok yaitu pengerjaan body dan suku cadang. Pengerjaan body dikerjakan sebagian besar oleh robot. Ada 500 robot yang bekerja yang dijalankan oleh beberapa operator manusia.

Sementara pengerjaan suku cadang atau sparepart sebagian dikerjakan di Oppama sebagian didatangkan dari pabrik lain, seperti pembuatan baterai. Ada sekitar 3.000 jenis suku cadang.

Dari dua pengerjaan Mobil Nissan tersebut kemudian dilakukan perakitan, yang dominan dikerjakan oleh tenaga manusia. Dalam perakitan tersebut, body mobil yang sudah di cat berjalan terus mengikuti alur yang sudah ditentukan.

Pegawai di setiap bagian memasang suku cadang atau sparepart. “Setiap pegawai memasang sparepart masing-masing dalam satu menit untuk setiap mobil,” ujar Mayumi yang menjadi pemandu. Setelah selesai pemasangan semua sparepart, kemudian masuk ke pengawasan mutu (quality control) untuk memeriksa semua seperti mesin, rem, gas, lampu, dan lain-lain. Sesudah semuanya lolos dari quality control baru dilepas ke pasaran.

Sumber: Pikiran-rakyat.com

close